|
Mba Indah, Aku Rindu Kamu |
Cerita ini terjadi waktu aku masih berumur 12 tahun. Walau cerita
ini udah lama terjadi, tapi peristiwa ini masih membekas dipikiranku.
Tentu aja masih membekas, soalnya peristiwa inilah yang membentuk
aku jadi maniak seks seperti sekarang.
Mba Indah adalah keponakan jauh ibuku yang ikut tinggal dirumahku.
Ya, dia ikut keluargaku sebab keluarganya kurang beruntung. Dia ikut
keluargaku sejak kelas dia 2 SMP. Kejadian ini terjadi saat mba
indah duduk di kelas 3 SMA
Mba indah adalah seorang perempuan yang sangat menarik. Wajahnya
cantik, rambutnya panjang, kulitnya putih dan bodynya... hmmm..
masih tergambar jelas bodynya yang aduhai. Aku masih ingat bagaimana
dulu aku sering sekali memelototi dadanya yang ranum. Sebenarnya
dadanya tidak terlalu besar, tapi membusung kedepan, benar-benar
bulat sempurna. Aku juga senang sekali memperhatikan lekukan
pinggangnya yang seperti gitar spanyol itu, pantatnya yang membulat
dan pahanya yang putih. Apalagi kalau dia memakai celana pendek
favoritnya, terlihat jelas paha mulusnya dan betis bulir padinya
yang aduhai. Hmmm.... Pantas saja banyak teman prianya yang
mengejar-ngejarnya.
Kejadian ini terjadi waktu aku tinggal berdua denga mba indah
dirumah. Bapakku seperti biasa pergi ke kantor dan ibuku pergi
kerumah temannya dengan membawa adikku yang masih kecil.
Awalnya aku bermain diluar bersama teman-temanku, tapi karena turun
hujan akhirnya aku pulang kerumah dan tinggal berdua dengan mba
indah. Dari pada tidak ada kerjaan, aku menonton tv. Selagi asik
menonton kartun di tv swasta satu-satunya waktu itu, mba indah
keluar dari kamarnya dan memanggilku. Saat itu mba indah memakai
kaos putih dan rok SMA nya. Aku menebak pasti dia tidak pakai bra,
soalnya puting payudaranya tercetak di kaus putih yang tipis itu.
"Rian ! Ke kamar mba indah yuk sebentar" panggil mba indah. aku yang
sebenarnya lagi asik menonton dengan agak malas akhirnya masuk ke
kamar mba indah.
"Ada apa mba ?" tanyaku.
"Dari pada nonton tv, mendingan main sama mba indah" katanya
"Main apa ?" tanyaku.
"Kita main dokter-dokteran yuk" ajaknya
Aku tertawa.. "Wah itu kan mainannya anak perempuan, lagian aku kan
udah gede" jawabku. Padahal adikku sering mengajakku bermain
dokter-dokteran.
"Ini beda, kan mba udah dapet pelajarannya di SMA" katanya merayuku.
"Hmmm... ya udah, jadi gimana mainnya ?" tanyaku.
"Mba yang jadi dokternya, kamu yang jadi pasiennya. Sudah kamu
tiduran dulu ditempat tidur, mba siap-siap" suruhnya.
Kemudian aku naik ke tempat tidurnya dan berbaring terlentang.
"Sakit apa de ? saya periksa dulu ya..." kata mba indah berakting.
Kemudian dia menaikkan bajuku dan mengetuk-ngetuk dadaku layaknya
seorang dokter.
"Wah de ini sakitnya parah" katanya. Aku tertawa kecil karena mba
indah pandai sekali meniru seorang dokter. Kemudian tangannya turun
mengetuk-ngetuk perutku sambil berkata "Sepertinya penyakitnya ada
dibawah sini" kemudian dia berusaha membuka kancing celanaku.
Tanganku memegang tangannya, menahan dia membuka celanaku. "Kok
celananya dibuka mba ?" tanyaku. Walaupun aku masih kecil, tapi
waktu itu aku sudah mengerti perbedaan antara pria dan wanita.
"Mau disembuhin penyakitnya gak ?" katanya sambil pura-pura melotot.
Aku terdiam, kemudian melepaskan tangannya. Dia tersenyum kemudian
berkata "Gitu dong, kan mau diobatin".
Kemudian dia melepas kancing celanaku dan resletingnya. Kemudian dia
melorotkan celanaku hingga terpampanglah burung mudaku. Aku hanya
diam menahan malu.
"Wah ini dia sumber penyakitnya" katanya riang kemudian memegang
burungku. Kemudian dia duduk disebelahku. Mukaku semakin merah,
apalagi burungku secara perlahan tapi pasti menegang membesar.Mba
indah malah tertawa "Nah aku bilang apa, ini dia masalahnya, tuh dia
makin keras, makin besar !" sambil mengelus-ngelus lembut burungku.
Tubuhku tergetar karena nikmat yang menjalari tubuhku. Burungku
makin tegang dan makin membesar.
"Mba..." kataku lemah karena keenakan. "Tenang ya rian, mba obatin
dulu ya" katanya. Celanaku dibuka secara penuh kemudian dia
menaruhnya di kursi dekat meja belajarnya. Selangkanganku
dilebarkan, kemudian dia berpindah posisi, dia duduk diantara kedua
pahaku.
Kemudian mba indah mulai mengulum penisku. Aku semakin menerawang,
inilah kenikmatan yang belum pernah aku rasakan sebelumnya.
Saat mba indah mengulum dan menyedot-nyedot penisku, dia
mengeluarkan suara-suara erotis diantara keluar masuknya penisku di
mulutnya. Ternyata saat aku melihat, tangan kirinya meremas-remas
payudaranya. Hmm tak heran badannya ikut bergetar saat mengulum
penisku.
Tiba-tiba mba indah berhenti mengulum penisku. "Sebentar ya" kata
mba indah yang kemudian berdiri. Aku hanya menatapnya dengan tatapan
tidak rela karena tidak ingin kehilangan kenikmatan tadi.
Ternyata mba indah melorotkan celana dalamnya. Karena dia memakai
rok, celana dalamnya langsung turun, kemudian dia membuangnya
kelantai. Dia kembali duduk diantara selangkanganku, tapi kali ini
dia agak melebarkan pahanya.
Mba indah kembali mengulum penisku. Badanku kembali bergetar
keenakan. Diantara sadar dan tidak, aku mulai mencium suatu bau
khas, yang sekarang aku tau kalau bau itu adalah vagina.
Aku melihat mba indah yang terus mengulum penisku. Tangan kirinya
yang tadi meremas-remas payudaranya sekarang berada di
selangkangannya, tapi aku tidak bisa melihat apa yang dilakukan
tangan itu sebab tertutup kain rok yang masih dipakainya. Tapi aku
menduga bau khas tadi pasti berasal dari selangkangannya itu.
Kenikmatan naik sampai ubun-ubunku, badanku bergetar hebat.
"Mba... aku mau pipis..." kataku sambil menahan dorongan hebat
dipenisku. Tapi mba indah tidak memperdulikan, bahkan mempercepat
kulumannya. Aku merasa gila karena keenakan.. "Crotz... Crotz..
Crot.." akhirnya aku mengeluarkan pipisku di mulutnya, aku baru tau
kemudian kalo itu adalah cairan sperma

Mba indah menyedot semua cairan spermaku, kemudian dia tersenyum
padaku. "Enak kan diobatin sama mba ?" tanyanya sambil mengelap
sisa-sisa sperma dipenisku.
Aku cuma menganggu kecil. Aku sangat lelah ! Rasa kantuk
menyerangku.
"He..he..he.. abis diobatin langsung ngantuk" tawa mba indah.
Aku berusaha menahan kantukku, tapi rasanya berat sekali. "Ya udah
tidur aja dulu gih" suruh mba indah yang kemudian berbaring
terlentang disebelahku.
Diantara terbuka dan tertutupnya mataku, aku melihat mba indah
menaikkan kaosnya sehingga terpampanglah payudaranya. Kemudian dia
meremas-remas kedua payudaranya sendiri. Suara-suara lenguhan mulai
terdengar dari mulutnya.
Sepertinya dia tidak puas hanya meremas payudaranya, dia menyibak
roknya keatas. Dari samping aku melihat selangkangannya yang
ditumbuhi bulu-bulu halus. Aku tidak bisa melihat jelas, tapi aku
melihat jari tengahnya keluar masuk dari lobang yang mengeluarkan
bau harum tersebut.
Tangan kirinya meremas-remas payudaranya, jari tengah tangan
kanannya keluar masuk memeknya. Badannya menegang, sesekali
melengkung keatas, seperti selangkangannya mengejar sesuatu. Suara
lenguhannya maikin keras dan makin cepat.... dan aku tertidur.
Entah berapa lama aku tertidur, tapi saat aku terbangun aku melihat
mba indah tidur terlentang disampingku. Tangan kirinya masih
dipayudaranya dan tangan kanannya masih diselangkangan, sama persis
dengan keadaanya sebelum aku tertidur. Bedanya badannya seperti
terkulai lemas, tidak setegang tadi.
Lama aku memandangi tubuhnya. Tenggorokanku tercekat, sebab baru
kali ini aku melihat langsung payudaranya yang bulat itu. Apalagi
memek yang ditumbuhi bulu-bulu halus itu. Aku menelan ludahku. Walau
sering membicarakan dengan temanku tentang tubuh wanita, tapi
melihat langsung memang jauh lebih nikmat.
Kemudian pandangannku tertumbuk pada memeknya. Aku jadi ingat bau
khas yang aku cium tadi. Aku bergeser untuk duduk diantara
selangkangannya yang masih terbuka lebar itu. Perlahan aku menggeser
tangan kanan yang masih "hinggap" diselangkangan.
Dadaku berdebar, takut mba indah terbangun, tapi usahaku berhasil,
tangannya kini berada di samping tubuhnya.Perlahan aku elus memek
itu dengan jari tengahku. Hmm.. agak berlendir. Kemudian aku mencium
jari berlendirku. Aha.. ! benar kan dugaanku, bau itu dari memeknya.
Tapi aku kurang puas. Aku elus lagi memeknya dengan jari tengahku.
Aku coba untuk menusuk lebih dalam agar mendapat lendir lebih
banyak. Aku tusuk keluar masuk walau tidak terlalu dalam, tapi aku
belum mendapat lendir sebanyak yang aku mau.
Seiring aku menusuk-nusuk memeknya, perlahan pinggul mba indah
bergoyang sedikit mengikuti jariku. Aku merasa memek mba indah makin
berlendir, aku tersenyum puas. Saat jariku terasa cukup berlendir,
aku mengangkatnya dan menciumnya. Wah... baunya sangat kuat tapi aku
sangat menyukainya.
Suka akan baunya, keingintahuanku timbul untuk mencoba rasanya. Aku
menjilat jari berlendirku itu. Hmm.. rasanya aneh, agak hambar,
sedikit asin. Tapi entah mengapa aku suka sekali.
Kemudian aku mengambil lagi lendir itu dari memek mba indah dan
menjilatnya lagi. Tapi aku kurang puas. Akhirnya aku dekatkan mukaku
ke memek mba indah. Aku buka lipatan luar memeknya, terlihatnya
bibir vaginanya yang berwarna merah muda. Memek tersebut basah
dengan lendir.
Perlahan aku menjilat memek mba indah. Nikmat sekali menikmati
lendir dari sumbernya
.
"Uh..uh..uh..." lenguh mba indah setiap lidahku menyetuh dinding
vaginanya. "Ahhhh..." lenguhnya panjang saat aku menjilat daging
kecil di bagian atas lobang memeknya. Badannya semakin bergetar dan
pinggulnya maju kedepan setiap lidahku lepas dari memeknya.
Sepertinya memeknya mengejar lidahku, ingin dijilat lagi.
Tiba-tiba kepalaku terdorong masuk ke memeknya. "Aduh rian enak
banget !!" pekik mba indah. Ternyata mba indah sudah bangun dan
tangannya menekan kepalaku ke memeknya.
Aku mengangkat kepalaku dan tersenyum padanya. "Ayo rian lagi... mba
gak tahan nih..".
Aku kembali menjilati memeknya dengan lebih semangat. Tangannya
tetap dikepalaku, menekan setiap aku mengangkat kepalaku.
"Ah..ah..ah.. aduh rian enak banget.." ujarnya sambil
mengangkat-angkat pinggulnya mengejar lidahku. "Shit... enak banget"
sambil menggerak-gerakkan kepalanya kekiri dan kekanan.
"Akhhh...... " pekik mba indah yang kemudian menarik tubuhku keatas
untuk menindihnya. Dia kemudian memegang kepalaku dan kemudian
memagut bibirku. Dia nafsu sekali mencium bibirku yang penuh dengan
lendir memeknya tersebut.
Akupun terangsang hebat. Aku membalas ciumannya. Tanganku
meraba-raba payudaranya yang kenyal itu. Penisku tegang penuh karena
ciuman itu.
Kami berciuman sangat hebat, "clop..clop...clop" bunyi diantara
ciuman saling sedot kami. Tangan mba indah memegang penisku dan
mengocok perlahan. Nikmat sekali, tapi aku lebih bisa mengendalikan
diri sekarang.
"Rian, masukin ya sekarang, mba udah gak tahan !" ujarnya sambil
menatapku dengan pandangan sayu. Aku sebenarnya tidak mengerti apa
yang dia maksud, tapi saat dia menarik penisku kearah memeknya, aku
bergeser kebawah sedikit karena perbedaan tinggi kami.
Mba indah mengarahkan penisku ke memeknya, kemudian
menggesek-gesekkan kepala penisku di bibir vaginanya. Tak lama
kemudian dia menarik penisku untuk masuk lebih dalam, secara reflek
aku mendorong pinggulku. Perlahan penisku masuk kememeknya. Akh..
nikmat sekali memasukkan penis ke lobang licin yang menjepit itu.
Mba indah menekan pantatku sampai penisku amblas masuk ke memeknya
semua. Kemudian dia menahan pantatku. Aku melihat wajahnya. Matanya
dipejamkan dengan kepala agak dimiringkan kekanan, aduh seksinya.
Kemudian aku mulai merasa penisku seperti diurut-urut oleh jari-jari
kecil didalam memeknya. tdak terbayang kenikmatan saat itu.
Mba kemudian menggerak-gerakkan pinggulnya sehingga penisku keluar
masuk memeknya sedikit. Sensasi kenikmatannya lebih dahsyat dari
urutan memeknya tadi. "Rian gerakin dong burungnya" pintanya memelas
tapi tidak menghentikan goyangan pinggulnya.
Aku mulai menggoyangkan pinggulku mengikuti gerakkannya. Sekarang
penisku keluar masuk memeknya lebih banyak. "Akh...akhh... akhh..."
lenguhnya sambil menggoyangkan kepala kekiri kekanan.
Mukaku yang berada didepan lehernya menciumi dan menjilati leher mba
indah dengan sangat bernafsu.Aku lengkungkan badanku, kemudian aku
penyedot pentil payudara kirinya. Badannya ikut melengkung dan
bergetar hebat. Aku pindah ke payudara kanannya, dia melenguh hebat
"Akkhhh..." kemudian menggigit bibir bawahnya.
Setelah beberapa menit kami dalam posisi tersebut, kemudian mba
indah bangkit "Rian gantian ya, kamu dibawah, supaya lebih enak".
Aku setuju saja, kemudian aku tidur terlentang. Penisku berdiri
menantang.
Kemudian mba indah jongkok diselangkanganku. Dia memegang penisku,
mengarahkan kememeknya yang dia turunkan. Bless... penisku masuk
seluruhnya kememeknya. Mba indah kemudian menjajarkan tubuhnya
dengan tubuhku. Dia kemudian tersenyum padaku "Rian kamu hebat
banget, kamu udah ngegagahin aku" katanya lirih menggoda. Kemudian
dia memagut bibirku.
Perlahan dia menggoyangkan pinggulnya, dan aku juga berusaha
menggarakkan pinggulku, tapi agak susah. Akhirnya aku cuma diam
meremasi payudaranya.
Ciuman kami lepas saat goyangannya makin kencang. "Agh.. akh..
agh.." pekiknya setengah berteriak. Goyangan mba indah makin
kencang, sesekali dia memutar kepalanya untuk meyibak rambutnya yang
jatuh kebawah.
"Akh..akh... akh..AGGHHHHHH..." tiba-tiba tubuhnya menegang. Dia
menekan memeknya ke penisku. Gerakkannya terhenti. Matanya terpejam.
Setelah beberapa lama dia membuka matanya kemudian berkata "Ahh....
rian enak bangetth.." dengan nafas terengal-engal. Kemudian tubuhnya
amburk ketubuhku.
Aku yang belum puas coba menggerakkan pinggulku. Memeknya terasa
jauh lebih licin dari sebelumnya. Cairannya makin banyak.
"Kamu belum puas ya ??" tanyanya sambil memandangku dengan wajah
puas. "Iya mba, sedikit lagi" jawabku.Kemudian mba indah bergeser,
kemudian tidur terlentang. Kemudian dia membuka selangkangannya
lebar. Aku mengerti maksudnya, kemudian aku memposisikan tubuhku
diantara selangkangannya. Aku mengarahkan penisku ke memeknya dan
menekannya masuk. "Hgkh.." pekiknya saat penisku masuk.
"Rian yang cepet ya.." katanya lirih. "Udah gak enak lagi ya mba ?"
tanyaku. "Masih enak, tapi mba capek banget" jawabnya lirih.Aku
menggoyangkan pinggulku dan memusatkan untuk mengejar kepuasanku.
Tak lama kemudian aku merasa ada yang ingin keluar dari penisku, aku
menekan penisku dalam-dalam kememeknya dan mengeluarkan spermaku
banyak-banyak didalam memeknya.
Aku mencabut penisku, dia terseyum lebar. Kemudian kami tidur saling
berpelukan.
================================
Semenjak itu setiap ada kesempatan aku dan mba indah selalu
melakukan hubungan sex. Selalu dikamarnya, dan tidak ada orang lain
yang curiga.
Setelah mba indah lulus, dia kerja di kota sebelah, kemudian dia
menikah di kota tersebut. Hmm.. aku merindukan saat-saat aku bersama
mba indah.... |
|
|
|
|
|