|
Pengalaman di Beijing China |
Kali ini, saya akan menceritakan pengalaman saya selama di Beijing,
Setelah saya ditinggalkan oleh guru saya ke GuangZhow, saya
menyibukkan diri bersama teman-teman berjalan-jalan keliling
Beijing. Kebanyakan teman saya berasal dari Indonesia walaupun ada
juga beberapa kenalan saya yang berasal dari Korea, Jepang dan
China. Walaupun saya akrab dengan mereka, tetapi ada beberapa gaya
hidup mereka yang tidak dapat saya ikuti karena bertentangan dengan
prinsip hidup saya.
Teman teman saya sangat suka mengkonsumsi obat-obatan dari Putaw
sampai Ecstacy. Mereka pernah menawarkan kepada saya, tetapi saya
tolak mentah-mentah karena saya tidak pernah mau terlibat dengan
drugs dalam posisi apapun. Suatu saat, salah satu temanku yang
bernama Alex (ia termasuk junkies juga) mengajak saya pergi ke
diskotik yang cukup ternama di Beijing. Suara hingar bingar
terdengar memekakkan telinga bahkan dari luar diskotik sekalipun
sudah terdengar. Saya dan Alex memasuki diskotik dan kami memilih
duduk di bagian paling atas. Kami memesan dua gelas Whiskey Cola
sambil mendengarkan dentuman lagu-lagu disco yang sangat keras dan
memekakkan telinga.
Dari atas, saya dapat melihat orang-orang yang sedang
menggoyang-goyangkan kepalanya ke atas dan ke bawah serta ada pula
yang menggoyangkannya ke kiri dan ke kanan. Saya yakin banyak dari
mereka yang menggunakan obat obatan untuk mendapatkan sensasi
tersebut ketika berdisko. Di saat saya mendengarkan dentuman lagu
disko, datanglah dua cewek Cina yang sangat cantik dan seksi. Mereka
mengaku bernama Su Ling dan Rose. Rose mendekati temanku Alex dan Su
Ling langsung memeluk saya dan duduk di pangkuan saya sambil
menciumi pipi saya. Dua gadis Cina tersebut mengajak kami ke sofa di
lantai atas. Kami berpisah dengan Rose dan Alex sementara Su Ling
mengajak saya ke suatu tempat.
Sambil mencari sofa yang masih kosong, saya dapat melihat banyak
sekali cewek-cowok yang sedang bercinta. Ada cewek yang sedang
mengoral penis cowoknya dan ada pula yang sedang bergoyang-goyang di
atas tubuh cowoknya. Akhirnya kami menemukan sofa yang kosong dan Su
Ling langsung mendorong tubuh saya ke atas sofa sehingga saya
langsung jatuh telentang. Dengan sangat berpengalaman, Su Ling
segera membuka celana saya dan seketika langsung keluarlah penis
saya yang panjang tapi masih belum berdiri. Dengan sigapnya, Su Ling
langsung mengulum penis saya sambil mendesis-desis. Tetapi
desahannya tidak terlalu terdengar karena bercampur dengan irama
lagu disko yang keras. Saya merasakan nikmat yang teramat sangat
ketika ia menjilati penis saya sehingga membuat penis saya bertambah
lama bertambah menegang dan memanjang.
Su Ling kemudian pindah posisi ke dekat saya tetapi dia masih asyik
menjilati penis saya. Saya semakin horny dan Su Ling terus
mempercepat jilatannya. Sampai akhirnya kira-kira 20 menit kemudian,
saya menyemprotkan sperma saya karena jilatan-jilatannya sehingga
mulut Su Ling dipenuhi oleh cairan sperma saya. Saya puas sekali
dengan pelayanannya. Ketika ia melihat saya yang sedang tersenyum
puas, ia langsung membuka pakaiannya sehingga dia telanjang total.
Saya terkejut sekali karena ia membuka pakaiannya di tengah tengah
hingar bingar ruangan diskotik tersebut. Tetapi saya yakin orang
tidak begitu memperhatikan karena suasana saat itu sangat gelap,
jadi hanya orang dengan jarak tertentu saja yang dapat melihat
silhouette tubuh Su Ling yang bagaikan gitar spanyol.
Dia membuang pakaiannya ke meja dekat sofa dan langsung memelukku
dan menciumi bibir serta mataku. Gosokan tubuhnya dan tubuhku
membuat penisku bangun kembali dan aku kembali terangsang. Su Ling
nampaknya tahu bahwa aku sudah terangsang karena ia dapat merasakan
tegaknya penisku yang tepat berada di sekitar kemaluannya. Dengan
tanpa menggunakan kondom, Su Ling langsung mulai memasukkan penisku
kedalam liang kenikmatannya. Di saat penisku memasuki liang
surgawinya, aku merasakan sensasi yang amat sangat dahsyat. Su Ling
mulai memutar-mutarkan tubuhnya seakan-akan membentuk lingkaran dan
dengan irama yang cepat dia menaik-turunkan badannya sehingga
penisku seperti diurut-urut dan aku merasakan sensasi kenikmatan
yang luar biasa.
Sambil naik turun dengan irama yang cepat, dia mendesis seperti ular
sambil mengusap-usap dadanya yang lumayan besar. Dia mengusap-usap
sambil sesekali memilin putingnya sehingga saya merasakan sensasi
yang nikmat sekali. Saya tahu bahwa Su Ling memang benar-benar
terangsang dan bukannya dibuat-buat, karena terbukti dari vaginanya
yang sudah sangat basah dan mengakibatkan semakin lancarnya gosokan
penisku di dalam liang vaginanya. Dia benar benar menghayati
permainan ini dan saya pun semakin berani memegang tubuhnya dan
mempercepat gerakan permainan kami sambil sesekali memegang
payudaranya yang seksi dan proporsional itu. Su Ling terus
menggenjot tubuh saya sampai suatu ketika Su Ling mendesah panjang
"Hmm..., arrghhh....", tubuhnya semakin bergetar hebat sambil
memeluk tubuhku.
Nampaknya dia sudah sampai pada saat klimaksnya karena saya dapat
merasakan cairan kewanitaannya telah membanjiri penis saya. Tetapi
hal itu tidak membuat dia menghentikan permainannya karena dia masih
terus menggenjot tubuhku sehingga saya benar benar tidak tahan lagi
dan ingin menyemprot vaginanya dengan sperma saya kembali. Sambil
memegangnya kuat-kuat, saya mempercepat gerakan tubuh saya hingga
akhirnya saya menyemprotkan sperma saya di dalam liang kenikmatannya
sembari saya memeluk dan mengusap-usap rambut panjangnya sambil
sesekali mencium bibirnya yang tipis.
Setelah kami bercinta selama 2 jam, kami akhirnya merapikan diri
masing-masing dan saya mengenakan baju kembali, dan sebelum saya
mencari Alex, saya memberikan 3 lembar uang ratusan RenMinBi (mata
uang China) kepada Su Ling dan dibalasnya dengan ciuman bibir
olehnya kepada saya. Kami berpelukan untuk beberapa menit dan Su
Ling menemani saya mencari Alex. Akhirnya kami menemukan Alex yang
telah selesai pula bercinta dengan Rose, dan setelah Alex memberikan
uang kepada Rose, kami turun dari lantai ruangan atas dan bersama
melanjutkan acara kami dengan berdansa mengikuti alunan irama disko.
Itulah pengalaman nyata saya bersama teman saya Alex di sebuah
diskotik China. Jika anda penggemar seks dan sedang bertamasya ke
Beijing, saya menyarankan anda pergi ke diskotik yang terkenal
dengan sebutan THE NIGHTMAN. Untuk menemukan lokasi diskotik ini,
sebut saja LAI-TE-MAN kepada sopir taksi dan mereka akan segera
mengantarkan anda ke diskotik ini. Setelah anda sampai, anda dapat
langsung menuju ke lantai paling atas dan anda akan mempercayai
bahwa apa yang saya ceritakan ini benar benar terjadi dan bukan
sekedar karangan fiksi belaka. |
|
|
|
|
|