|
Shinta si Perawan Tua |
Seperti yang sudah ku ceritakan sebelumnya, bahwa aku paling suka chating
di yahoo messenger (YM). Dan karena itu, semua teman di friendlist ku,
adalah para perempuan. Gak ada satu pun yang cowok.
Aku mau menceritakan kisah nyataku bersama teman chating yang terjadi pada
awal bulan Pebruari 2007 lalu. Suatu pagi sekitar pukul 10.00 WIB, aku
iseng-iseng buka YM dan masuk di room jakarta. Ku lihat ada nama cewek
dengan id sinta_..... Aku pun PM dia dengan kata "Hai....!!!". Ternyata
mendapat respon. Dia pun membalasnya. Berikut kutipan singkat chatingan
kami:
aku: Hai....!!!
shinta : Hai juga
aku : apa kabar ?
shinta: baik, kamu?
aku: aku tidak lebih baik dari kamu
shinta: lho kenapa
aku: pekerjaanku menumpuk dan kayaknya aku gak bisa selesaikan dalam 3
hari ini
shinta: mang kenapa
aku: ya karena terlalu banyak
shinta: apakah pekerjaan itu harus diselesaikan 3 hari ini
aku: ya harus
shinta: kenapa emangnya
aku: karena aku mau ke jakarta 3 hari ke depan
shinta: oh, kamu di daerah ya
aku: iya, aku di daerah
shinta: daerah mana
aku: pokoknya daerah
shinta: kayaknya kamu bete banget ya
aku: banget
shinta: apa yang bisa ku bantu
aku: gak tau dech
aku: lagian gak mungkin kan kamu bantuin aku
shinta: hihihihi
shinta: gini aja, aku nantangin kamu
aku: nantang.....???
shinta: iya... nantang
aku: maksudnya
shinta: kalau kamu bisa selesaikan pekerjaan kamu dalam tiga hari ini
shinta: trus kamu ke jakarta maka aku akan nemanin kamu di jakarta
aku: oh ya
aku: apa kamu bisa nemenin aku
shinta: iya aku serius
aku: nemenin apa maksud kamu
aku: nemenin makan atau.....
shinta: makan dan atau
aku: ok
aku: kamu jangan boong ya
shinta: iya aku janji
shinta: orang tuh yang dipegang kata2nya
aku: ok dech kalaui gitu
aku: btw nama kamu siapa n umr kamu:
shinta: panggil aja shinta 39 tahun
aku: ok shinta kalau gitu kita off dan aku mau kerja dulu
aku: bye
shinta: apa kamu gak butuh no contact aku?
aku: oh iya sorry lupa
shinta: kamu boleh telp aku di nomor rumah dan hp 08111...... 021.....
Kami pun mengkahiri chating itu, dan aku pun menyelesaikan pekerjaanku
yang menumpuk itu. Dan ternyata, tantangan Shinta tadi membuat aku
bersemangat untuk menyelesaikan pekerjaanku itu. Dan ternyata, gak sampai
tiga hari, pekerjaan itu bisa diselesaikan dan hasilnya gak ada yang
salah. Akhirnya, tiga hari setelah chating pagi itu aku pun terbang ke
Jakarta. Tapi malamnya sekitar pukul 21.00 aku telp dia di nomor rumah.
Kata orang rumahnya, shinta sedang keluar makan bersama teman-temannya.
Aku mencoba hubungi HP dia.
"Hallo... shinta ya...?"
Iya aku shinta. siapa nih?
aku yang chating ma kamu dengan menggunakan id AKU.
Oh iya aku inget...bagaimana tantangannya? apa kamu bisa selesaikan
pekerjaan kamu ?
Ya syukurlah...terima kasih kamu dah beri aku semangat dan akhirnya semua
bisa selesai dengan baik.
hmmmm....kalau gitu jadi dong kamu ke jakarta?
iya besok pagi jam 9 aku terbang. Aku naik Garuda ya....
apa perlu dijemput ke cengkareng?
hmmm kalau gak merepotkan dan gak menggangu pekerjaan kamu, aku sih oke
aja.
Ok, aku akan jemput kamu. Jam berapa nyampe?
sekitar jam 10 dech. iya 30 menit sebelumnya aku dah di cengkareng
Akhirnya aku berangkat. Di pesawat, aku terus membayangkan bagaimana
shinta yang sudah berumur 29 tahun itu. Ah peduli amat yang penting aku
dapat tumpangan gratis dari cengkareng ke hotel dan dapat vagina gratis.
Sampai di Cengkareng dan begitu sampai di pintu keluar, aku mencari-cari
shinta tanpa mau meneleponnya terlenih dahuku. Tiba-tiba telepon ku
berbunyi. Ku lihat ternyata shinta yang menelponku. "Hei...kamu yang pake
kaus kaus hitam, celana krem dan berkacamata hitam ya? tanya shinta.
"Iya betul, kamu di mana" jawab ku. Coba kamu tengok ke restoran (dia
menyebut salah satu restoran siap saji di bandara cengkareng). Kamu liat
kan? Nah ini aku" kata shinta. Oh kamu yang pake kaus putih ketat dan
berkacamata gaya itu ya?". Hehehehe....iya betul aku.
Aku pun datang menghampirinya. Aku terpesona juga melihat shinta. Ternyata
di luar dugaanku. Shinta begitu cantik, tingginya sekitar 170 cm, body-nya
sangat semlohai dan ku taksir dadanya berukuran 36. Aku membatin: The
Espanyola.....Lalu ku jabat tangannya dan mencium pipi kiri pipi kanan.
Tangannya begitu halus dan kulitnya begitu putih mulus. Aku membayangkan,
pasti bagian dalamnya lebih putih dan lebih mulus lagi. Dia nawarin aku
makan. Setelah makan, dia mengajak aku ke mobilnya. "Apa mau jalan
sekarang?" tanya shinta. "oke" kataku singkat.
Kami lalu jalan beriringan sambil bercanda. Aku jadi gak pede juga jalan
beriringan dengan shinta. Itu karena ukuran tinggi kami berbeda. Aku hanya
165 cm. Tapi ku coba membuang semua rasa tidak percaya diri itu. Sampai di
mobil, kami pun menuju jakarta namun sebelumnya aku bilang ke shinta bahwa
aku akan nginap di hotel S di daerah Slipi.
Singkat cerita, kami sampai di hotel. Setelah menunjukan surat tugas dan
ke pihak hotel, aku pun diberi kunci kamar. Kamar ku udah disiapin oleh
seorang pengusaha di jakarta, sehingga aku taunya masuk aja. Sampai di
kamar, aku langsung membanting tubuhku di kasur yang empuk. "Kamu capek
ya? kata shinta. Dia pun langsung memijat tanganku, sampai tanpa sadar aku
tertidur sekitar 15 menit. Aku kaget, setelah bel kamarku berbunyi.
Ternyata petugas hotel datang membawa kertas pesanan dari pengusaha yang
akan ku temui itu, bahwa pertemuan kita baru akan berlangsung besok di
salah satu restoran saat makan siang.
Setelah aku meminta maaf ke shinta karena aku tertidur, aku lalu membuka
pakaianku untuk mandi. Begitu setelah mandi dan keluar dari kamar mandi,
aku sangat melihat shinta. Karena dia sudah melepas celana panjangnya dan
tinggal celana pendek yang sangat tipis dan sexy. Ternyata celana pendek
itu adalah celana dalam dia. "hehehehe.... kaget ya. Aku sengaja kok. Kan
aku nantang kamu. Sekarang aku dah siap... apa kamu berani menerimany"
kata shinta. Dan tanpa berpikir panjang lagi, aku langsung memeluk dia. Ku
cium jidatnya, lalu ku tarik dia pelan-pelan ke kasur. Dia dalam posisi
duduk, dan aku masih berdiri, terus ku cium dia, bibirnya yang gak tipis
dan gak tebal itu ku lumat. Lidah kami berpagut. Aku memainkan lidahku di
dalam mulutnya. "hmmmm...ohhhhh....sesekali terdengar desahan shinta. Aku
lalu membuka kaus dan bra shinta. Lalu ciuman ku turunkan ke lehernya,
lalu keteknya yang gak berbulu dan wangi. Dia menggelinjang menahan geli
karena ku cium keteknya.
Lalu ciuman ku berpindah ke toketnya yang kanan sedangkan toketnya yang
kiri ku elus-elus. Isapan di toketnya berpindah-pindah di kiri dan kanan,
Ciuman ku lanjutkan lagi ke perutnya. Di sini dia udah gak bisa tahan
lagi. Dia terus menggelinjang. Ternyata di perutnyalah letak daerah
rangsangan yang paling kuat. Langsung saja tanpa dikomando dia melepas
sendiri celana pendek tipis dan sexy miliknya. Aku tidak menyia-nyiakan
kesempatan itu, aku mencium pangkal pahanya sampai di kakinya, tanpa
menyentuh sedikit pun memeknya. Aku biarkan dia terus terangsang dan
penasaran dengan perlakuanku. Dengan terus memuji memeknya yang bulunya
dah dicukup abis, ku dengar dia terus mendesah menahan gejolak nafsu yang
sudah membara. "ooohhh....aaaaahhhh... geli dan enak... hmmmmm uuuhhhh
terus sayang".
Dia bangun dari tidurnya dan menarik kepalaku ke memeknya. Tapi aku tetap
saja tidak terpengaruh dan terus mempermainkan dia. Aku gak menyentuh
memeknya. Dan dia semakin penasaran. Dia pun memohon: "Sayang, bisa gak
kamu mencium vegi ku? kamu gak jijik kan sayang? tapi aku terus cuekin
dia. Aku kembali mencium perutnya dan memainkan lidahku di sekitar
perutnya. Tapi rasa ibaku tiba-tiba muncul. Ciumanku bergeser ke sekitar
memeknya. Tapi aku belum memasukan lidahku ke dalam memeknya. Aku tidak
berusaha mencari clitorisnya. Aku cuma mencium bibir luar memeknya saja.
sekitar 10 menit mempermainkan bibir luar memeknya, aku pun membuka pelan
bibir memeknya dan ku masukin lidahku ke dalam memeknya. Tepat sasaran,
ternyata dengan caraku seperti itu, membuat aku semakin mudah mendapatkan
clitorisnya. Dan memeknya sudah begitu basah menerima manjaan nafsuku
tadi. Dan ternyata dia sudah mengalami orgasme saat ku permainkan tadi.
Itu ku ketahui karena saat ku jilet memeknya, terasa asin.
Dia lalu mengatakan kepadaku: Sayang, sini kamu yang naik ke sini. Ku
turuti dia. Dia pun akhirnya memperlakukan aku seperti ketika aku
memperlakukannya tadi. Shinta buat aku penasaran. Sampai akhirnya, aku
memohon pada shinta agar aku bisa memasukan penisku. Dia yang melihat aku
mengiba akhirnya menghentikan permainan lidahnya di penisku. Aku pun
memasukan penisku. "Pelan-pelan ya sayang....sakit. Mungkin kamu gak
percaya, tapi aku masih perawan lho. Aku sih gak percaya, karena saat
kenalan di chat, dia menuliskan umurnya 39 tahun. Begitu aku masukin
penisku, dia teriak. "Ooooohhhh sakiiiiiiiiiiiiiiiiiit sayang.
pelan-pelan" terperanjat juga aku dibuat shinta. Akhirnya ku masukin
pelan-pelan. Agak susah juga masuknya, padahal memeknya sudah begitu
basah. Dan penisku juga sudah sangat basah dengan air liurnya.
Akhirnya dengan cara yang lembut, ku masukin sesenti demi sesenti. Sampai
akhirnya amblas semua penis ku ke dalam memeknya. Ku diamkan beberapa saat
penisku di memeknya. Tiba-tiba dia menggerakkan pantatnya. Aku lalu
memulai pertempuran. Shinta juga menggoyangkan pinggulnya seirama
goyanganku.
Tak sampai 30 menit, shinta tampak kayak orang kejang-kejang. Ternyata
Shinta orgasme. "Kamu sampai ya sayang" tanyaku pada shinta. "Iya enak
banget. Kamu belum ya" tanya shinta. "Iya aku bentar lagi nyampe" jawabku.
Aku teruskan goyanganku.
Dan kami main dengan gaya standar aja. Tidak menggunakan model
macam-macam. Maklum shinta baru pertama ML. Akbirnya, sekitar 45 menit aku
bilang ke shinta bahwa aku dah mau nyampe. "Aku mau nyampe sayang. Di
buang di mana nih" tanyaku. Di dalam aja, sama-sama ya aku juga mau dapat"
kata shinta. Akhirnya aku sampai juga.
Crotttt...crottt...crottt....mungkin ada tujuh kali ku semprotkan air
maniku ke memeknya. Dan ku rasakan ada semacam air juga yang menyembur
dari dalam memeknya. Ternyata dia orgasme lagi. Begitu selesai, aku
kembali kaget karena melihat ada bekas darah yang menempel di pahanya.
AKhirnya aku pun percaya bahwa shinta memang masih perawan. Kami pun
terkulai di ranjang. Tanpa berkata apa-apa. Aku mencium jidatnya dan ku
belai-belai rambutnya.
Tiba-tiba shinta mengatakan: "Aku gak boong kan sayang? aku dah nepatin
janji untuk ngasih tantangan ke kamu. Bagaimana menurut kamu" Maafin aku
ya shin.... aku gak percaya kalau kamu masih perawan" Ya hartaku yang
paling berharga udah ku berikan ke kamu. "Iya maafin aku ya shin" Gak papa
kok, emang aku dah niat sejak bilang ke kamu bahwa aku nantangin kamu.
Tapi thanks banget ya sayang, kamu dah berikan aku kepuasan. Dan ini akan
ku ingat selamanya sampai aku mati. Setelah itu, kami main lagi sampai dan
beristirahat saat makan siang. Kami makan siang jam 3 sore. Setelah makan
permainan kami lanjutkan kembali. Pokoknya aku dan shinta gak keluar
kamar. sampai aku berangkat menemui klienku untuk makan siang besoknya.
Aku lalu mengajak shinta untuk ikut aku pada pertemuan itu. Sampai di
restoran itu, klienku terpesona juga melihat shinta. Dia mengakui itu
setelah kami bubaran dan dia mengirim sms kepadaku. Aku menyampaikan sms
itu ke shinta dan dia cuma ketawa aja. Dan selama 3 hari aku di jakarta, 3
hari pula kami menghabiskan waktu untuk ngesex.
Setelah aku balik ke daerah, kami masih terus berhubungan via telepon dan
chating. Aku tak pernah menelepon dia, tapi dia terus yang menelepon aku
sampai sekarang. Saat ku tulis kisah ini, aku baru saja menerima teleponya
dan kami sepakat untuk bertemu seminggu kemudian di daerah tempat
tinggalku. Shinta semoga kamu membaca kisah kita ini dan aku mohon maaf
sudah menceritakannya dengan nama asli kamu. Sampai ketemu hari minggu
depan ya sayang....??? I Love You....
|
|
|
|